Laut Mediterania merupakan laut yang menghubungkan antara benua Eropa, Asia, dan juga Afrika. Laut Mediterania atau yang biasa disebut sebagai Laut Tengah ini juga berhubungan dengan Samudera Atlantik dihubungkan dengan Selat Giblartar (Jabal Thariq). Oleh bangsa Roma, Laut Mediterania disebut sebagai mare nostrum (laut kita), dan laut ini juga hampir seluruhnya dikurung oleh daratan. Laut Mediterania memiliki posisi yang sangat strategis, bahkan secara politik-ekonomi Laut Mediterania menjadi posisi yang sangat penting menjadi outlet (tempat perdagangan) maritim dunia. Bila kita melihat ke arah dalam laut tersebut, menjorok jazirah-jazirah seperti Apenina, Balkan, dan Anatolia, yang sekarang merupakan wilayah Italia, Yunani, dan Turki. Karena adanya jazirah-jazirah tersebut, maka terbentuk pula laut-laut tepi dengan sendirinya, seperti Laut Adriatik, Laut Yonia, dan Laut Hitam, dalam setiap laut tersebut terdapat berbagai pulau besar dan kecil yang menjadi jembatan antar benua. Penduduk di negara-negara sekitar Laut Mediterania bersifat heterogen baik ditinjau dari asal-usul, watak, dan bakatnya. Iklim di wilayah Laut mediterania sendiri juga cukup nyaman, seperti curah hujan yang cukup. Maka hutan menjadi lebat seperti di Pulau Sisilia. Begitu pula dengan dengan Italia dan Balkan banyak hutan lebat ini adalah faktor kondisi geografis Laut Mediterania yang berimbas kepada negara-negara sekitar. Berlangsungnya kontak antarnegara melalui Laut Mediterania terjadi sejak zaman kuno, karena kontak perdagangan antarnegara inilah yang membuat terjadinya pertukaran peradaban. Casimir dalam bukunya yang berjudul Beknopte Geschiedenis der Wijsbegeerte, menuliskan:
Di situ bermuaralah peradaban-peradaban Asia yang bersumber pada Babilonia dan Sumeria (Peradaban Mesopotamia), peradaban Mesir di Afrika, dan kemudian peradaban dari Arab. Penghubung peradaban adalah bangsa pelaut Punisia dari Sidon dan Tyrus yang sekarang negerinya kita kenal sebagai Lebanon.
Dengan penemuan peradaban-peradaban itu, telah mengalir bangsa-bangsa baru ke pinggiran Laut Mediterania, yaitu terdapat bangsa Semit (Semiyah) dari Asia, dari Afrika adalah bangsa Berber, dan dari Eropa Barat adalah bangsa Indo Germani. Maka dari bangsa-bangsa pendatang, ditemukan watak khas yang tidak didapati dari bangsa-bangsa Timur, watak yang muncul dari bangsa-bangsa pendatang ini adalah kepribadian yang memiliki nafas kebebasan. Para masyarakat pendatang disana tidak hanya menjadi penghamba kepada pemimpin mereka tetapi para masyarakat disana menginginkan kebebasan berekspresi, sehingga karena itulah hasrat untuk melakukan filsafat sangat kuat.
Bila kita melihat Laut Mediterania terdapat peradaban yang maju, bahkan menjadi keistimewaan dari Laut Mediterania itu sendiri yaitu peradaban Yunani dan Romawi. Baik iklim maupun tumbuhannya, berbeda dengan wilayah lain. Pulau-pulau di sekitar Laut Mediterania dapat digambarkan sebagai pulau yang berada di tengah-tengah “Dunia Kuno”. Pantai-pantai yang berada di pulau sekitar Laut Mediterania memiliki batuan yang keras sehingga berbahaya bagi pelayaran. Sungai-sungai yang bermuara ke Laut Mediterania membawa banyak lumpur, dikarenakan kurangnya perbedaan antara pasang tinggi dan pasang surut. Saat terjadi musim dingin Laut Mediterania dikenal dengan praharanya yang dahsyat. Laut ini pernah menjadi jalan raya dunia sebagai tempat untuk pelayaran dunia.
Negara-negara disekitar Laut Mediternia memiliki iklim yang khas bahkan disebut sebagai “Iklim Laut Tengah”. Berbeda sekali dengan iklim pedalaman Eropa, Asia, dan Afrika. Cuaca umum di sepanjang tahun merupakan jenis angin siklon dengan ciri hutan yang datang secara tiba-tiba.
Di Laut Mediterania juga terdapat keindahan langit, hal ini disebabkan karena jernihnya atmosfer selain itu juga warnanya yang cukup kontras dengan warna bumi yang terdapat dibawahnya. Vegetasi di sekitar Laut Tengah juga selalu hijau sepanjang tahun. Meskipun demikian, kondisi kekurangan air juga terjadi dimana-mana. Dikarenakan kurangnya simpanan air yang terdapat di gunung-gunung yang berada di sekitar Laut Mediterania. Selain itu terdapat tiga tipe flora yang berada di sekitar Laut Mediterania, yaitu tipe pelerengan, tipe dataran tinggi, dan tipe dataran rendah.
Baik dari Yunani maupun Romawi, jumlah hutan saat itu lebih banyak dibandingkan zaman sekarang. Hal itu dikarenakan terjadinya pengeringan yang terjadi dari abad ke abad serta merajalelanya erosi yang menurut para ahli terjadi sejak abad ke-20. Dikarenakan cara pengembalaan yang salah. Wilayah Laut Mediterania sendiri merupakan wilayah yang manghasilkan pangan sendiri. Selain, pangan lautnya juga menghasilkan banyak ikan yang dapat meningkatan protein bagi penduduknya.
Jazirah Iberia (Spanyol) menghasilkan bermacam-macam logam. Meskipun begitu timah harus didatangkan dari Samudera Atlantik (kepulauan Inggris).
Daftar Pustaka :
Sudrjat, Ajat. (2018). Koneksi Mediterania : Interaksi Dunia Islam dan Eropa Pada Abad Pertengahan. ,1
Daldjoeni,N. (2019). Geografi Kesejarahan 1 : Peradaban Dunia Yogyakarta:Penerbit Ombak
Bung Karno dan Buya Hamka sudah menjalani persahabatan yang cukup lama. Persahabatan mereka juga memiliki pasang surut terkadang baik dan terkadang juga buruk. Mereka bertengkar dikarenakan perbedaan pendapat antara mereka. Hamka pernah mengunjungi Bung Karno di Bengkulu saat diasingkan ke daerah tersebut pada 1938-1942. Bung Karno dan Hamka juga pernah bertemu di beberapa acara Muhammadiyah, maklum Hamka dikenal sebagai salah satu tokoh organisasi itu, sementara Bung Karno sejak remaja memang bersinggungan dengan Muhammadiyah. Dikutip dari buku "Ensiklopedia Keislaman Bung Karno" karya Rahmat Sahid disebutkan bahwa Bung Karno acap kali mengundang sahabatnya itu untuk berceramah di Istana Negara dalam rangka memperingati hari besar keagamaan. Bahkan, Rahmat Sahid menuliskan dalam buku tersebut, Bung Karno sendiri yang mengajak Hamka untuk Hijrah dari Medan ke Ibukota Jakarta pada 1946. Ajakan itu sempat tertunda karena adanyanya Agresi Pertama pada 1947. Namun kemudi...
Komentar
Posting Komentar