Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2020

Sejarah Diplomatik Indonesia dan Perancis

Hubungan tidak langsung antara Prancis dan Indonesia dimulai pada awal abad ke-19 pada masa kolonial  Hindia Belanda . Selama  Perang Napoleon  negeri  Belanda  jatuh di bawah  Kekaisaran Prancis , dengan demikian maka tanah jajahan mereka di  Hindia Timur  juga secara tak langsung jatuh ke tangan Prancis. Selama periode yang singkat antara 1806-1811, Indonesia atau Nusantara sempat berada di bawah kekuasaan Prancis. ]  Selama pemerintahan Gubernur Jenderal  Herman Willem Daendels  (1808-1811), Prancis menerapkan pengaruh politiknya di Hindia Timur melalui perantara  Republik Belanda . Daendels adalah seorang Belanda pengagum Prancis, dan selama pemerintahannya di Jawa ia membangun  istana megah  dikenal sebagai  Het White Huis  (Gedung Putih) atau  Het Groote Huis  (Gedung Besar), hari ini gedung ini difungsikan sebagai Kantor Kementerian Keuangan Indonesia, yang menunjukkan pengaruh arsitektur...

Muhammad SAW, Sang Penyelamat Alam Semesta

Dia lahir di Arab tahun 570 Masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 tahun dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan menuju keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit, hanya dua dekade.” Pandangan Ilmuwan Barat tentang Nabi Muhammad SAW: 1. Dr Zuwaimer, orientalis Kanada. Dalam bukunya 'Timur dan Tradisinya' mengatakan, "Tidak diragukan lagi bahwa Muhammad adalah termasuk pemimpin agama terbesar. Bisa juga dikatakan bahwa d...

Sumpah Pemuda Awal Persatuan dan Nasionalisme Indonesia

  Sumpah Pemuda  adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan indonesia. Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia. Yang dimaksud dengan "Sumpah Pemuda" adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta). Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada "tanah air Indonesia", "bangsa Indonesia", dan "bahasa Indonesia". Keputusan ini juga diharapkan menjadi asas bagi setiap "perkumpulan kebangsaan Indonesia" dan agar "disiarkan dalam berbagai surat kabar dan dibacakan di muka rapat perkumpulan-perkumpulan".   Organisasi pemuda Sebelum lahirnya Sumpah Pemuda, sudah mulai bermunculan organisasi pemuda seperti Perhimpunan Indonesia pada 1908, lalu Tri Koro Darmo pada 1915. Dikutip Harian Kompas, 22 November 1977, sebelum 28 Oktober 1928, para pemuda masih terpecah dalam beberapa organisasi ke...

Sejarah Myanmar

Sejarah Myanmar atau Sejarah Birma meliputi kurun waktu sejak berdirinya pemukiman-pemukiman pertama manusia yang telah diketahui pada 13.000 tahun yang lampau sampai sekarang. Menurut catatan sejarah, para pemukim pertama di negeri ini adalah orang-orang Pyu, suku bangsa penutur bahasa Tibeto-Birma dan pemeluk agama Buddha Theravada yang mendirikan sejumlah negara kota sampai jauh ke Pyay di kawasan selatan Birma. Suku Pyu adalah penduduk Burma paling awal yang masih ada catatannya. Selama periode ini, Burma menjadi bagian dari jalur perdagangan darat dari Cina ke India. Perdagangan dengan India membawa agama Buddha dari India Selatan . Pada abad ke-4, banyak orang di lembah Irrawaddy telah memeluk agama Buddha. Dari sekian banyak negara kota, yang terbesar dan terpenting adalah Kerajaan Sri Ksetra di sebelah tenggara Pyay modern, juga dianggap pernah menjadi ibu kota. Pada Maret 638, Pyu dari Sri Ksetra meluncurkan kalender baru yang kemudian menjadi kalender Burma. Catatan Tiongkok...