Meksiko
adalah negara yang terletak di benua Amerika Utara, memiliki sejarah tentang revolusi
untuk melawan rezim dari Porfirio Diaz. Revolusi Meksiko ini berlangsung selama
kira-kira 10 tahun dari 1910 – 1920. Dengan adanya revolusi ini merubah budaya
dan pemerintahan Meksiko.
Awal
dari pecahnya revolusi ini dikarenakan kegagalan rezim 35 tahun Porfirio Diaz
dalam mendapatkan suksesi presiden. Maka dari itu munculnya krisis politik
diantara elit-elit bersaing dan mengikuti kesempatan untuk melakukan pembrontakan
agraria. Terdapat tuan tanah kaya raya bernama Francisco I Madero, dia
menantang Diaz dalam pemilihan presiden 1910. Dimana pada pemilu tersebut Diaz
melakukan kecurangan dalam pemilunya dan terjadi konflik untuk menggulingkan
Diaz. Maka secara luas konflik dapat terjadi akibat dari oposisi rezim Diaz.
Revolusi
dimulai yang dipimpin oleh Madero dan Pancho Villa, merupakan elit-elit yang
anti terhadap Diaz. Selanjutnya, dukungan revolusi muncul dari kelas menengah,
kaum tani, dan juga buruh. Hingga akhirnya pada Oktober 1911, Madero terpilih
menjadi presiden dalam pemilihan yang bebas dan adil. Oposisi terhadap rezim
Madero mulai tumbuh dan terlihat. Pertama dari kelompok konservatif yg
melihatnya terlalu lemah dan liberal. Selain itu, yang kedua dari mantan
pejuang revolusioner, melihtanya terlalu konservatif.
Pada
Februari 1913, Madero dan wapresnya dipaksa mengundurkan diri dan dibunuh.
Rezim kontra-revolusioner Jenderal Victoriano Huerta berkuasa setelah Madero
mengundurkan diri. Rezim Huerta didukung oleh Amerika Serikat, para pengusaha,
dll. Huerta sendiri berkuasa dari Februari 1913 – Juli 1914, beliau dipaksa
keluar oleh koalisi dari berbagai kekuatan revolusioner. Ketika upaya
revolusioner untuk mencapai kesepakatan politik gagal, Meksiko terjerumus ke
dalam perang sipil (1914-1915). Faksi konstitusionalis di
bawah tuan tanah kaya Venustiano Carranza muncul sebagai
pemenang pada tahun 1915, mengalahkan kekuatan revolusioner mantan Pancho Villa
konstitusionalis dan memaksa pemimpin revolusioner Emiliano Zapata kembali ke
perang gerilya. Zapata dibunuh pada tahun 1919 oleh agen-agen Presiden Carranza.
Revolusi
Meksiko yang awalnya melawan tatanan oleh rezim Diaz berubah menjadi perang
saudara. Salah satu hasil dari revolusi Meksiko adalah melakukan pembubaran
Angkatan Darat Federal pada tahun 1914. Dalam konflik ini terdapat kepentingan
asing yang memiliki kepentingan ekonomi dan strategis di Meksiko. Amerika
Serikat terutama memainkan peran yang sangat penting. Dari
populasi Meksiko sebesar 15 juta, kerugiannya sangat tinggi, tetapi perkiraan
numerik sangat bervariasi. Mungkin 1,5 juta orang meninggal; hampir 200.000
pengungsi melarikan diri ke luar negeri, terutama ke Amerika Serikat.
Banyak
sarjana mempertimbangkan pengesahan Konstitusi Meksiko tahun 1917 sebagai titik
akhir dari konflik bersenjata. "Kondisi ekonomi dan sosial meningkat
sesuai dengan kebijakan revolusioner, sehingga masyarakat baru terbentuk dalam
kerangka lembaga-lembaga revolusioner resmi", dengan konstitusi
menyediakan kerangka itu. Pada periode 1920 -1940 banyak yang
menggangap sebagai fase Revolusi, dikarenakan kekuasaan pemerintah dikonsolidasikan
dan pendeta-pendeta Katolik diserang.
Konflik
bersenjata ini sering dijadikan menjadi peristiwa sosio-politik yang penting di
Meksiko yang merupakan pergolakan terbesar pada abad ke-20. Revolusi dilakukan
oleh rezim politik dihasilkan melalui “Keadilan Sosial”, hingga Meksiko mengalami
proese reformasi neoliberal yang mulai pad 1980an.
Komentar
Posting Komentar