![]() |
Hubungan Korea Utara dengan Organisasi
Pembebasan Palestina dimulai pada tahun 1966. Kim Il-sung dan Yasser Arafat memiliki
hubungan yang sangat dekat dan Korea Utara memberikan bantuan kepada Palestina. Dukungan Korea Utara untuk PLO dimulai pada
1970-an dan termasuk pasokan sejumlah kecil senjata dan bantuan militer. Senjata Korea Utara di Timur Tengah termasuk
bantuan untuk beberapa faksi kiri dan gerakan revolusioner seperti PLO dan Front Populer untuk Pembebasan Palestina dan Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina . Senjata Korea Utara dan bantuan untuk faksi
Palestina berlanjut sampai terbukanya Cina di bawah Deng Xiaoping dan
reformasi politik di Uni Soviet di bawah Mikhail
Gorbachev selama 1980-an.
Setelah jatuhnya Uni Soviet, keterlibatan
Korea Utara dalam konflik
Palestina-Israel menurun dan Korea Utara bergeser dari ekspor
revolusi ke pragmatisme. Sejak itu, Korea Utara terus mendukung
perjuangan Palestina dan mengutuk keras setiap tindakan Israel di wilayah
tersebut. Selama Perang Gaza
(2008–09) , Korea Utara mengutuk keras tindakan Israel. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri
mengecam pembunuhan warga sipil tak bersenjata dan menyebutnya sebagai
kejahatan terhadap kemanusiaan serta ancaman bagi Proses Perdamaian Timur
Tengah. Di lantai Sidang Umum
PBB , perwakilan tetap Korea Utara Sin Son-ho mengatakan
bahwa Korea Utara "mendukung penuh perjuangan Palestina untuk mengusir
penyerang Israel dari wilayah mereka dan memulihkan hak mereka untuk menentukan
nasib sendiri."
Setelah serangan
armada Gaza tahun 2010, Kementerian Luar Negeri Korea Utara
menyebut serangan itu sebagai "kejahatan terhadap kemanusiaan" yang
dilakukan di bawah bimbingan Amerika Serikat. Pernyataan Korea Utara tersebut juga
menyatakan dukungan penuh untuk penentuan nasib sendiri bangsa Arab Palestina.
Selama konflik Israel-Gaza 2014 , pada 15 Juli, Kementerian Luar Negeri mengeluarkan pernyataan yang berbunyi: "Kami dengan getir mencela pembunuhan brutal Israel terhadap banyak warga Palestina yang tidak berdaya melalui serangan militer tanpa pandang bulu di daerah pemukiman yang damai di Palestina karena itu adalah kejahatan yang tidak dapat diampuni terhadap kemanusiaan. "
Keterlibatan Israel Dalam Perang Yom Kippur
The Diplomat menyebut
salah satu kebijakan luar negeri Korea Utara paling utama sejak tahap awal
Perang Dingin memang berkonfrontasi dengan Israel. Di bawah pendiri Korea
Utara, Kim Il-sung, Pyongyang kerap berusaha mendelegitimasi Israel dengan
menjulukinya sebagai "satelit imperialis". Imperialis di sini, tentu
saja merujuk pada AS. Dalam Perang Yom Kippur pada 1973, antara koalisi negara
Arab dengan Israel, Korea Utara mengirim 20 pilot dan 19 personel ke Mesir
untuk membantu koalisi negara Arab di sektor permesinan. Sebelum Korea Utara,
beberapa negara poros Eropa telah terlebih dulu menyatakan tidak setuju atas
kebijakan Trump. Perdana Menteri Inggris, Theresa May misalnya, menyebut
keputusan Trump "tidak membantu dalam hal prospek perdamaian di wilayah
ini." Sementara Kanselir Jerman, Angela Merkel, melalui juru bicaranya
mengaku "tidak mendukung posisi ini, karena status Yerusalem harus
diselesaikan dalam kerangka solusi dua negara."
Mahmoud Abbas Memberi Surat ke Kim Jong Un di Hari Kemerdekaan Korea Utara
Presiden Palestina Mahmoud Abbas
mengirim pesan pribadi kepada pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un pada
hari kemerdekaan Korea Utara (Korut), yang dirayakan pada tanggal 15 Agustus.
Dalam suratnya, Abbas mendoakan Jong-un dan Korut agar selalu diberkahi
kesehatan dan kebahagiaan.
Dalam surat itu juga Abbas mengucapkan terima kasih atas
dukungan rezim Korut terhadap Palestina. Baik Palestina maupun Korut diketahui
memiliki hubungan jangka panjang sejak zaman Kim Il Sung dan Yasser Arafat.
Dulu, Korut telah memberikan bantuan kepada warga Palestina.
"Orang-orang Korea menawarkan pengorbanan yang paling
berharga untuk kebebasan dan martabat mereka," kata Abbas dalam surat itu.
Dia kemudian mengingat perjuangan Korea melawan Jepang selama tahun 1910-45.
Daftar Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/North_Korea–Palestine_relations
https://thediplomat.com/2017/05/why-did-north-korea-just-threaten-israel/
https://leftistcritic2.home.blog/tag/kim-jong-un/

Komentar
Posting Komentar