Langsung ke konten utama

Konflik Israel dan Palestina

 


Konflik Palestina dan Israel pertama kali, bermula saat Theodore Herzl yang menyampaikan gagasan zionisme. Gagasan ini adalah gagasan untuk mendirikan negara keturunan semit (yahudi). Beliau memperkenalkan konsepnya di Basel, Swiss yang dihadiri oleh 200 peserta perwakilan dari 24 negara.

Hal ini pun menjadi awal mula munculnya ide untuk mendirikan negara Israel atau diartikan sebagai tanah air yahudi. Pada awalnya salah satu pengusaha yahudi Baron Hirch menawarkan salah satu wilayah di Argentina menjadi sebagai tanah air baru Israel itu, namun Theodore Herzl menolak. Dan Inggris pun juga menawarkan Uganda sebagai tanah air baru orang Israel, namun Herzl menolak. Dia tetap mempertahankan bahwa Palestina sebagai tanah air bangsa yahudi.

Hal ini banyak ditolak oleh kebanyakan orang-orang diseluruh penjuru dunia, seperti misalnya masyarakat yahudi yang tinggal di kekaisaran Ottoman.

Akhirnya setelah berakhirnya Perang Dunia 1 sekutu keluar sebagai pemenang dan wilayah Palestina ditempatkan oleh Inggris karena kekalahan Ottoman. Saat itu pun jg masyarakat yahudi menolak untuk pindah ke tanah Israel yang berada di Palestina tersebut.

Pada tahun 1936, terjadi peristiwa Holocaust yang dilakukan oleh Adolf Hitler. Hitler melakukan itu karena kekesalannya terhadap orang Yahudi akibat dari kalahnya Jerman dalam perang dunia 1. Berjuta-juta masyarakat yahudi di seluruh penjuru wilayah eropa. Karena hal ini lah setelah perang dunia 2, muncul perasaan untuk mendirikan tanah air sendiri. Maka dari itu inggris memproklamirkan kemerdekaan Israel pada tahun 1948.

Orang-orang Arab tidak menerima kesepakatan itu, dan mengatakan bahwa PBB tidak punya hak untuk mengambil tanah mereka. Perang pun pecah. Narasi Palestina mengatakan bahwa Zionis (mereka yang mendukung pembentukan kembali tanah air Yahudi di Israel) kemudian mulai memaksa orang-orang keluar dari rumah mereka. Versi Israel menunjukkan bahwa ada pemimpin Arab yang mendorong orang-orang untuk pergi dan beberapa orang Arab pergi secara sukarela.

Perang Arab-Israel pada 1948 yang berdarah membuat 700.000 warga Palestina meninggalkan rumah mereka–sebuah eksodus massal yang dikenal sebagai ‘Nakba‘, bahasa Arab untuk ‘malapetaka’. Tetapi ada juga orang-orang Palestina yang tinggal di Israel, dan pada 2013, Biro Pusat Statistik Israel memperkirakan bahwa populasi Arab Israel mencapai lebih dari 1,6 juta jiwa, atau sekitar 20 persen dari populasi Israel. Perang 1948 penting karena masih menjadi bagian sentral dari konflik yang sedang berlangsung saat ini. Israel menguasai semua wilayah yang disengketakan kecuali Tepi Barat—bagian timur Yerusalem (yang dikuasai Yordania) dan Jalur Gaza (dikuasai Mesir).

Dan keturunan dari 700.000 orang Palestina tersebut—yang telah menghabiskan beberapa generasi tinggal di kamp-kamp pengungsi—sekarang berjumlah sekitar 4,5 juta jiwa menurut UNRWA, sebuah badan PBB yang didedikasikan untuk para pengungsi Palestina. Tuntutan utama warga Palestina dalam perundingan damai adalah “hak untuk kembali” bagi para keturunan ini ke rumah-rumah yang ditinggalkan keluarga mereka pada 1948.

Ada perang besar lain di 1967, di mana Israel mengalahkan pasukan Mesir, Suriah, dan Yordania dalam konflik yang berlangsung hanya enam hari, dan mengakibatkan Israel merebut Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania. Mereka telah mengendalikan wilayah-wilayah ini sejak saat itu. Wilayah tersebut dianggap oleh PBB sebagai wilayah Palestina, dan banyak negara lain menganggapnya sebagai tanah “pendudukan”, sementara Israel menganggapnya sebagai wilayah “yang disengketakan” dan ingin statusnya diselesaikan dalam negosiasi perdamaian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Geografis Laut Mediterania

Laut Mediterania merupakan laut yang menghubungkan antara benua Eropa, Asia, dan juga Afrika. Laut Mediterania atau yang biasa disebut sebagai Laut Tengah ini juga berhubungan dengan Samudera Atlantik dihubungkan dengan Selat Giblartar (Jabal Thariq). Oleh bangsa Roma, Laut Mediterania disebut sebagai mare nostrum (laut kita), dan laut ini juga hampir seluruhnya dikurung oleh daratan. Laut Mediterania memiliki posisi yang sangat strategis, bahkan secara politik-ekonomi Laut Mediterania menjadi posisi yang sangat penting menjadi outlet (tempat perdagangan) maritim dunia. Bila kita melihat ke arah dalam laut tersebut, menjorok jazirah-jazirah seperti Apenina, Balkan, dan Anatolia, yang sekarang merupakan wilayah Italia, Yunani, dan Turki. Karena adanya jazirah-jazirah tersebut, maka terbentuk pula laut-laut tepi dengan sendirinya, seperti Laut Adriatik, Laut Yonia, dan Laut Hitam, dalam setiap laut tersebut terdapat berbagai pulau besar dan kecil yang menjadi jembatan antar ...

Hubungan Antara Soekarno dan Buya Hamka

  Bung Karno dan Buya Hamka sudah menjalani persahabatan yang cukup lama. Persahabatan mereka juga memiliki pasang surut terkadang baik dan terkadang juga buruk. Mereka bertengkar dikarenakan perbedaan pendapat antara mereka. Hamka pernah mengunjungi Bung Karno di Bengkulu saat diasingkan ke daerah tersebut pada 1938-1942. Bung Karno dan Hamka juga pernah bertemu di beberapa acara Muhammadiyah, maklum Hamka dikenal sebagai salah satu tokoh organisasi itu, sementara Bung Karno sejak remaja memang bersinggungan dengan Muhammadiyah. Dikutip dari buku "Ensiklopedia Keislaman Bung Karno" karya Rahmat Sahid disebutkan bahwa Bung Karno acap kali mengundang sahabatnya itu untuk berceramah di Istana Negara dalam rangka memperingati hari besar keagamaan. Bahkan, Rahmat Sahid menuliskan dalam buku tersebut, Bung Karno sendiri yang mengajak Hamka untuk Hijrah dari Medan ke Ibukota Jakarta pada 1946. Ajakan itu sempat tertunda karena adanyanya Agresi Pertama pada 1947. Namun kemudi...

Luka Modric, Penentu Kemenangan Kroasia vs Polandia

Source : Pinterest Kroasia berhasil membalas 1-2 dari Portugal ketika laga pembuka UEFA Nations League beberapa hari sebelumnya. Pada matchday kedua, menghadapi timnas Polandia, Luka Modric dkk tidak menyia-nyiakan kesempatan.  Pertandingan berlangsung di Opus Arena, Osijek, pada 9 September 2024 dini hari WIB, Kroasia menang 1-0 atas Polandia. Luka Modric menjadi pahlawan Kroasia dengan mencetak gol tunggal menit ke-52.  Pada laga tersebut, Kroasia mendominasi sejak awal. Bruno Petkovic dan Igor Matanovic, menjadi penyerang, memberikan tekanan pada pertahanan Polandia.  Keseluruhan, Kroasia melakukan 22 upaya tembakan ke gawang, enam di antaranya tepat sasaran. Pada lain sisi, Polandia hanya dapat melakukan 11 tembakan, dan dua yang mengarah ke gawang. Meskipun agresif, Kroasia kesulitan mencetak gol di babak pertama.  Pertahanan solid Polandia dippimpin Lukasz Skorupski membuat tuan rumah frustasi, sehingga skor tetap imbang 0-0 hingga jeda pertandingan.  Keti...