Langsung ke konten utama

Pangeran Philip Mounbatten, Sang Adipati Edinburgh

 


Pangeran Philip lahir pada 10 Juni 1921 di pulau Corfu Yunani, anak bungsu dan satu-satunya putra Pangeran Andrew dari Yunani dan Putri Alice dari Battenberg. Warisan itu membuatnya menjadi pangeran Yunani dan Denmark, tetapi tahun berikutnya keluarganya diusir dari Yunani setelah kudeta.

Sebuah kapal perang Inggris membawa mereka ke tempat yang aman di Italia, dengan bayi Philip tertidur di ranjang peti buah. Perjalanan Philip ke Istana Buckingham saat itu dimulai pada 1922. Perlu diketahui Philip merupakan keturunan Ratu Victoria, yaitu Ratu Inggris, yang merupakan nenek buyut Ratu Elizabeth II.

Pada 1930, ketika dia berusia 8 tahun, ibunya dimasukkan ke pusat psikiatri yang aman setelah menderita gangguan saraf. Sedangkan ayahnya, pergi dengan seorang wanita simpanan. Akhirnya, kerabat ibunya di Inggris membantu membesarkannya. Dia kemudian mengadopsi nama belakang mereka, Mountbatten.

Menjelang Perang Dunia II, Pangeran Philip memutuskan untuk menempuh karier militer dan ingin masuk Angkatan Udara Kerajaan Inggris namun keluarga dari sisi ibunya memiliki tradisi di Angkatan Laut dan dia pun menjadi kadet di Akademi Angkatan Laut Britania di Darmouth.

Ketika menjadi kadet, dia ditugaskan untuk mendampingi dua putri kerajaan yang masih muda belia, Elizabeth dan Margaret, ketika Raja George VI dan ibu suri berkeliling di akademi.

Philip kemudian membuktikan dirinya memiliki prospek yang cerah dan menjadi lulusan terbaik pada Januari 1940, dengan penugasan militer pertama ke Samudera Hindia.

Pada Oktober 1942, dia menjadi salah satu letnan satu termuda di Angkatan Laut Kerajaan Inggris dengan penempatan di kapal perusak HMS Wallace. Saat-saat ini, dia dan putri Elizabeth yang muda belia sudah bersurat-suratan, bahkan dalam beberapa kesempatan dia diundang untuk berkunjung ke Keluarga Kerajaan Inggris. Dan setelah satu kunjungan saat musim Natal 1943, Elizabeth pun memajang foto Philip dengan seragam Angakatan Laut di meja riasnya.

Hubungan keduanya berkembang di masa damai pascaperang, pada musim panas 1946, Philip meminta Raja agar diizinkan menikahi putrinya. Sehari sebelum upacara pernikahan, Raja George VI menganugerahi gelar Yang Mulia Philip dan pada pagi hari perkawinan dia mendapat gelar Duke of Edinburgh. 20 November 1947, Pangeran Philip dan Elizabeth menikah.

Menjelang menurunnya kesehatan sang Raja. Philip harus menurunkan perannya di Angkatan Laut. Dan saat Raja meninggal maka putri Elizabeth akan dinobatkan sebagai ratu. Disanalah Philip sudah tidak aktif kembali di Angkatan Laut. Surat kerajaan menyatakan bahwa Pangeran Philip akan mendapat tak didahulukan setelah Ratu dalam setiap kesempatan walau dia tak punya posisi dalam konstitusi.

Dia sebenarnya punya banyak gagasan untuk memodernisir dan merampingkan kerajaan namun pada saat bersamaan semakin kecewa dengan penentangan keras dari sejumlah pejabat tua kerajaan. Pangeran Philip mempunyai empat anak dari Ratu Elizabeth, Pangeran Charles, Putri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward.

Pangeran Philip dan Ratu pun hidup Bersama di Istana Buckingham, dan wilayah pribadi mereka di Istana Windsor. Pangeran Philip selalu mendamping sang ratu kala mengadakan kunjungan kerja kenegaraan. Selama 74 tahun mereka selalu Bersama, dan pada 9 April 2021 Pangeran Philip pun wafat, rakyat Inggris pun berduka karena meninggalnya beliau.

 

Sumber :

https://www.kompas.com/global/read/2021/04/10/070000470/-biografi-tokoh-dunia-pangeran-philip-7-dekade-dampingi-ratu-elizabeth-ii?page=all

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-39882574


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Geografis Laut Mediterania

Laut Mediterania merupakan laut yang menghubungkan antara benua Eropa, Asia, dan juga Afrika. Laut Mediterania atau yang biasa disebut sebagai Laut Tengah ini juga berhubungan dengan Samudera Atlantik dihubungkan dengan Selat Giblartar (Jabal Thariq). Oleh bangsa Roma, Laut Mediterania disebut sebagai mare nostrum (laut kita), dan laut ini juga hampir seluruhnya dikurung oleh daratan. Laut Mediterania memiliki posisi yang sangat strategis, bahkan secara politik-ekonomi Laut Mediterania menjadi posisi yang sangat penting menjadi outlet (tempat perdagangan) maritim dunia. Bila kita melihat ke arah dalam laut tersebut, menjorok jazirah-jazirah seperti Apenina, Balkan, dan Anatolia, yang sekarang merupakan wilayah Italia, Yunani, dan Turki. Karena adanya jazirah-jazirah tersebut, maka terbentuk pula laut-laut tepi dengan sendirinya, seperti Laut Adriatik, Laut Yonia, dan Laut Hitam, dalam setiap laut tersebut terdapat berbagai pulau besar dan kecil yang menjadi jembatan antar ...

Hubungan Antara Soekarno dan Buya Hamka

  Bung Karno dan Buya Hamka sudah menjalani persahabatan yang cukup lama. Persahabatan mereka juga memiliki pasang surut terkadang baik dan terkadang juga buruk. Mereka bertengkar dikarenakan perbedaan pendapat antara mereka. Hamka pernah mengunjungi Bung Karno di Bengkulu saat diasingkan ke daerah tersebut pada 1938-1942. Bung Karno dan Hamka juga pernah bertemu di beberapa acara Muhammadiyah, maklum Hamka dikenal sebagai salah satu tokoh organisasi itu, sementara Bung Karno sejak remaja memang bersinggungan dengan Muhammadiyah. Dikutip dari buku "Ensiklopedia Keislaman Bung Karno" karya Rahmat Sahid disebutkan bahwa Bung Karno acap kali mengundang sahabatnya itu untuk berceramah di Istana Negara dalam rangka memperingati hari besar keagamaan. Bahkan, Rahmat Sahid menuliskan dalam buku tersebut, Bung Karno sendiri yang mengajak Hamka untuk Hijrah dari Medan ke Ibukota Jakarta pada 1946. Ajakan itu sempat tertunda karena adanyanya Agresi Pertama pada 1947. Namun kemudi...

Luka Modric, Penentu Kemenangan Kroasia vs Polandia

Source : Pinterest Kroasia berhasil membalas 1-2 dari Portugal ketika laga pembuka UEFA Nations League beberapa hari sebelumnya. Pada matchday kedua, menghadapi timnas Polandia, Luka Modric dkk tidak menyia-nyiakan kesempatan.  Pertandingan berlangsung di Opus Arena, Osijek, pada 9 September 2024 dini hari WIB, Kroasia menang 1-0 atas Polandia. Luka Modric menjadi pahlawan Kroasia dengan mencetak gol tunggal menit ke-52.  Pada laga tersebut, Kroasia mendominasi sejak awal. Bruno Petkovic dan Igor Matanovic, menjadi penyerang, memberikan tekanan pada pertahanan Polandia.  Keseluruhan, Kroasia melakukan 22 upaya tembakan ke gawang, enam di antaranya tepat sasaran. Pada lain sisi, Polandia hanya dapat melakukan 11 tembakan, dan dua yang mengarah ke gawang. Meskipun agresif, Kroasia kesulitan mencetak gol di babak pertama.  Pertahanan solid Polandia dippimpin Lukasz Skorupski membuat tuan rumah frustasi, sehingga skor tetap imbang 0-0 hingga jeda pertandingan.  Keti...